Wednesday, 14 November 2012

Perlekatan Menyusu (Latch On) dan Berbagai Posisi Menyusu


Perlekatan menyusu (Latch on) adalah menempelnya mulut bayi di payudara ibu. Untuk itu diperlukan posisi yang memperhatikan letak tubuh bayi secara keseluruhan terhadap tubuh ibu. Hal ini akan sangat membantu bayi menelan ASI dengan mudah dan jumlah yang cukup, dan pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI sesuai kebutuhan bayi. Perlekatan yang benar juga menghindari luka pada puting, karena pada perlekatan yang benar, puting tidak akan bergesekan dengan langit-langit bayi yang keras, melainkan jatuh di tengah rongga tenggorokan bayi, sehingga tidak akan tergesek dan tidak akan luka. Oleh karena itu perlekatan menyusu dapat dikatakan adalah jantungnya proses menyusui.

Posisi yang Benar:
  1. Kepala dan leher bayi lurus (kepala bayi tidak menoleh)
  2. Perut bayi menempel dengan perut ibu
  3. Dagu bayi menempel di payudara ibu
  4. Daerah gelap di sekitar puting (aerola) masuk banyak ke mulut bayi, terutama yang terletak di bagian bibir bawah bayi
  5. Mulut bayi terbuka lebar

Terdapat berbagai posisi untuk menyusui namun posisi yang baik adalah dimana posisi kepala dan badan bayi berada pada garis yang lurus sehingga bayi dapat menyusui dengan nyaman. Selain itu posisi ibu pun harus nyaman. 

Cara menyusui yang benar adalah :
  1. Cobalah untuk menyangga punggung, bahu, dan leher bayi. Bayi sebaiknya dapat menggerakkan kepalanya ke depan dan ke belakang dengan mudah. Hindari mendorong kepala bayi.
  2. Letakkan bayi dengan posisi hidungnya sejajar dengan puting sehingga bayi akan melekat sempurna dengan payudara
  3. Tunggu sampai bayi membuka mulut lebar dengan lidah di bawah, ibu dapat mengajari bayi membuka mulut lebar dengan cara: 
    • arahkan bayi menuju bayi menuju payudara, sentuhlah bibir atas bayi pada puting
    • pelan-pelan mundurkan mulut bayi
    • Sentuhkan kembali bibir atas bayi pada puting, mundurkan kembali mulut bayi
    • Ulangi hingga bayi membuka mulut lebar-lebar dan lidahnya maju
    • Atau sentuhkan puting sepanjang bibir atas bayi mulai dari satu sudut ke suduh lain hingga bayi membuka mulut lebar-lebar.
  4. Bayi akan membuka mulutnya lebar untuk mencakup puting dan lingkaran gelap di sekitar puting, puting ibu sebaiknya berada pada langit-langit mulut bayi
  5. Untuk merangsang bayi melepaskan mulutnya dari puting, dengan lembut letakkan ujung jari ibu pada sudut mulut bayi dan bayi akan secara otomatis membuka mulutnya. Jangan menarik secara paksa karena akan menimbulkan luka pada puttng

Berbagai Posisi Menyusui:
  1. Cross cradle/ posisi menyilang: cara yang kebanyakan dipakai, kepala bayi di lengan bawah ibu (bukan di lipat siku), tubuh bayi menyilang di depan tubuh ibu. Perut bayi menempel di perut ibu (bayi menghadap tubuh ibu, bukan menghadap ke atas)
  2. Football position/clutch position: posisi bayi ke arah belakang tubuh ibu, kepala bayi di lengan bawah ibu, lengan ibu menyangga kepala dan leher bayi. Posisi ini biasanya digunakan oleh Ibu yang baru saja melahirkan dengan cara operasi caesar atau pada Ibu yang berpayudara besar
  3. Posisi berbaring: posisi menyusui sambil tiduran, sangat bermanfaat untuk menyusui di malam hari, atau kondisi ibu yang mengharuskan ibu tetap berbaring (misal setelah operasi caesar). Tetap pastikan tubuh bayi menghadap tubuh ibu, kepala leher lurus, dan bayi sedikit mendongak ke atas (jangan meletakkan bayi terlalu tinggi, krn akan menunduk untuk mencapai payudara dan hal ini menyulitkan bayi menelan ASI).
Selalu pastikan perlekatan dan posisi menyusu benar, untuk mencegah luka di puting, dan memastikan bayi menelan ASI dengan mudah.

LATCH ON yang benar

LATCH ON yang benar

Posisi Menyusui yang benar


Berbagai Posisi Menyusui I
Berbagai Posisi Menyusui II

http://aufalactababy.blogspot.com/2011/03/perlekatan-menyusu-latch-on-dan.html


No comments:

Post a Comment